Penguatan Profesionalisme Calon Guru melalui Etika, Budaya Komunikasi, dan Refleksi Pengalaman PLP 1
Banda Aceh — Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menyelenggarakan Workshop Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dengan tema “Penguatan Profesionalisme Calon Guru melalui Etika, Budaya Komunikasi, dan Refleksi Pengalaman PLP 1.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh dosen pengampu mata kuliah PLP sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon guru yang profesional, beretika, komunikatif, dan reflektif.
Kegiatan workshop dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Biologi, Mulyadi, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi menekankan pentingnya kegiatan PLP sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon pendidik.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti PLP 1 perlu diolah melalui proses refleksi agar mahasiswa tidak hanya memahami lingkungan sekolah secara teoritis, tetapi juga mampu mengambil pembelajaran dari berbagai pengalaman yang ditemui selama berada di lapangan.
Workshop ini menghadirkan dosen pengampu mata kuliah PLP Program Studi Pendidikan Biologi sebagai pemateri, yaitu:
- Eva Nauli Taib, M.Pd.
- Eriawati, M.Pd.
- Emalfida, M.Pd.
- Nafisah Hanim, M.Pd.
- Nurlia Zahara, M.Pd.
- Rizky Ahadi, M.Pd.
- Cut Ratna Dewi, M.Pd.
Para dosen memberikan penguatan kepada mahasiswa mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan profesionalisme calon guru, khususnya etika, budaya komunikasi, sikap profesional, serta kemampuan melakukan refleksi terhadap pengalaman selama PLP 1.
Materi tentang etika memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga sikap dan perilaku sebagai calon guru ketika berinteraksi dengan warga sekolah. Mahasiswa diarahkan untuk memahami bahwa guru tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dalam mengajar, tetapi juga harus mampu menjadi teladan dalam sikap, komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.
Aspek budaya komunikasi juga menjadi bagian penting dalam workshop. Mahasiswa dibekali pemahaman mengenai bagaimana membangun komunikasi yang efektif, santun, dan profesional dengan guru pamong, peserta didik, tenaga kependidikan, serta warga sekolah lainnya. Kemampuan berkomunikasi secara tepat dinilai menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki calon guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif.
Selain itu, kegiatan juga memberikan ruang kepada mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman PLP 1. Mahasiswa diajak untuk melihat kembali pengalaman selama berada di sekolah, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta menemukan pembelajaran yang dapat dijadikan bekal untuk meningkatkan kompetensi dan kesiapan mereka sebagai calon pendidik.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan pengalaman lapangan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan. Proses refleksi juga diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali kekuatan dan aspek yang masih perlu dikembangkan dalam diri mereka sebagai calon guru.
Workshop Pengenalan Lapangan Persekolahan ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Biologi FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam mempersiapkan calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan pedagogik, tetapi juga memiliki etika profesi, kemampuan komunikasi, sikap reflektif, dan karakter profesional.
Dengan adanya kegiatan ini, pengalaman PLP 1 diharapkan tidak berhenti pada kegiatan observasi dan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi proses pembelajaran yang bermakna dalam membentuk identitas dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon guru Biologi.
Program Studi Pendidikan Biologi FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh akan terus mendorong berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi yang dapat memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa serta mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan profesi guru di dunia pendidikan.
